Sabtu, 12 Juni 2010

ONE LOVE . ONE WORLD : Pesan Spiritual Piala Dunia FIFA 2010

-->Mulai tanggal 11 Juni hingga 11 Juli 2010 perhelatan Piala Dunia FIFA 2010 berlangsung. Semua perhatian dunia sejenak berpaling ke even terakbar di muka bumi ini. Afrika Selatan menjadi negara pertama di benua Afrika yang mementaskan final sepak bola dengan 32 negara kontestan. Sebuah mimpi yang awalnya dianggap ’konyol’ oleh sebagian besar orang, kini telah menjadi kenyataan. Dan semua itu harus dilalui dengan perjuangan terjal dan penuh liku.

-->
Adalah seorang bernama Nelson Rolihlahla Mandela yang patut diberi apresiai luar biasa sehingga FIFA mempercayai even ini bisa berlangsung di benua Afrika. Perjuangannya yang panjang menghapus praktek politik apartheid telah diulanginya sekali lagi untuk memperjuangkan turnamen sepak bola terbesar ini. Sebenarnya, Afrika Selatan sudah digagalkan Jerman saat menjadi penyelenggara Piala Dunia 2006, tetapi kekuatan dan visi kepemimpinan Mandela meneguhkan panitia piala dunia untuk berjuang sekali lagi dan akhirnya ........ berhasil. Baginya, sepak bola bukanlah sekadar olah raga biasa, tetapi sebuah spirit yang mampu mempersatukan umat manusia dalam kehidupan yang universal dan terbebas dari rasisme.          
               
Di luar gebyar drama piala dunia yang masih akan berlangsung sebulan penuh, sangatlah menarik membahas seorang Mandela. Khususnya, busana 'favorit' yang sering ia dikenakannya di setiap kesempatan. Menengok ke belakang, berkenalan dengan batik pertama kali saat mengikuti konferensi APEC di Istana Bogor 1994. Bersama 13 kepala negara, termasuk Bill Clinton, Goh Cok Tong, Mahatir Muhammad, dan tokoh-tokoh dunia lainnya, batik rancangan Iwan Tirta yang menjadi 'busana resmi' APEC ini sangat memikatnya. Bahkan sampai kinipun ia masih setia mengenakan busana khas Indonesia tersebut. Semua orang di seluruh dunia tentu masih mengingat foto-foto ceria Mandela berbusana batik memegang tropi Piala Dunia FIFA. Sungguhlah menakjubkan, tokoh karismatik yang demikian dihormati dunia begitu ‘cinta’ batik asli (100%) Indonesia. Tidak salah kiranya UNESCO mengukuhkan batik tulis Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) pada 2 Oktober 2009 lalu di Perancis.                 -->


Tepat sepekan setelah puncak final Piala Dunia, tanggal 18 Juli 2010, Mandela akan berusia 92 tahun. Hingga usianya yang hampir seabad itu, peraih Nobel Perdamaian 1993 masih suka berbatik ria di berbagai forum internasional yang dihadirinya. Mandela mengaku sangat dekat secara emosional dan spiritual dengan Indonesia. Ia juga sering mengatakan bahwa ia tak akan pernah melupakan bantuan Indonesia atas perjuangannya menghapus sistem apartheid di Afrika Selatan. Begitulah cara Mandela memberikan terimakasih kepada negeri ini. 

Dan, tugas kita untuk berjuang bersama-sama mengembangkan karya bangsa sendiri serta ikut menciptakan kehidupan dunia yang setara tanpa membedakan warna kulit. Selamat bersuka cita menikmati pertandingan final Piala Dunia FIFA 2010 dengan menjunjung tinggi fair play. One Love ...... One World







Tidak ada komentar:

Posting Komentar