Selasa, 08 September 2009

TATA RIAS & BUSANA MODIFIKASI : Langgam Tradisional Modern


Berkembangnya tata rias & busana saat ini sangatlah menggembirakan. Antusiasme para praktisi make up maupun fashion patut diberi ancungan jempol. Tidak saja make up dan fashion yang bergaya modern yang kian berkembang, tetapi yang tradisional pun ikut berkembang dengan pesatnya. Salah satunya adalah tata rias & busana tradisional modifikasi. Yaitu, perpaduan antara nilai-nilai tradisonal yang sarat unsur budaya digabungkan dengan aspek-aspek modern yang lebih praktis dan fashionable. Perpaduan tersebut menghasilkan suatu bentukan baru yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional tetapi sekaligus up to date dengan kondisi kekinian.


Bersyukurlah kita hidup di Indonesia, negara yang kaya ragam budaya, mulai Aceh, Batak, Minang, Betawi, Sunda, Jawa, Madura, Bali, Banjar, Dayak, Makasar, Ambon, Papua, dan banyak lainnya. Para make up designer dan fashion designer tidak akan pernah habis menggali insiprasi dari bumi pertiwi ini untuk diaplikasikan pada karya seninya. Tidak mengherankan, daya cipta tersebut kini menjadi salah satu industri kreatif yang menhasilkan devisa dan mendapat tempat terhormat di dalam negeri maupun luar negeri. Rancangan designer Indonesia yang memiliki karakter budaya sendiri bisa lebih berbicara di kancah internasional bersaing dengan designer kelas dunia.


Beragam tata rias & busana telah diciptakan untuk berbagai kebutuhan. Di samping untuk sebuah ceremony pernikahan, tata rias & busana tradisonal modifikasi saat ini juga sering tampil dalam acara-acara yang lebih sederhana seperti : wisuda, resepsi, atau acara-acara resmi lainnya. Para praktisi fashion dan make up dari hari ke hari terus mengembangkan kemungkinan-kemungkinan baru agar tata rias & busana tradisional modifikasi menjadi ikon baru dalam budaya Indonesia yang juga diapresiasi oleh dunia internasional.

Make Up : Savitri Wedding. Kebaya : Ayok Dwipancara. 
Photography : Big Photo - Princes - Sublimity.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar